Alhamdulillah sampailah saya di hari kesepuluh latihan mengendalikan emosi. Meskipun tidak selalu berjalan mulus, tetapi jauh lebih baik dari sebelum fase latihan.
Sekarang, emosi saya relatif terkontrol dan tidak mudah meledak kecuali untuk hal yang sangat keterlaluan. Pelajaran yang dapat saya petik sepanjang latihan selama sepuluh hari ke belakang adalah bahwa sebagai seorang ibu, perlu selalu men-charge rohaninya dengan ibadah baik itu solat, doa maupun membaca kitab suci (dalam hal ini Al-Quran), melakukan kontemplasi akan hakikat diri dan juga anak-anaknya agar dapat mengendalikan emosi dalam situasi apapun, karena jiwa yang tenang akan lebih siap menghadapi peristiwa apapun InsyaAllah.
Penting juga untuk mengingat sebelum memulai hari bahwa hari ini kita akan berlatih mengendalikan emosi sehingga ketika menghadapi masalah tidak langsung terpancing. Dan benarlah bahwa puasa itu membuat kita lebih bisa menahan diri dari berkata dan bertindak yang melampaui batas, oleh karenanya terapi puasa bisa dilakukan untuk melatih pengendalian emosi.
Demikian kesimpulan saya selama latihan, saya berdoa semoga Allah selalu memberi kita kesabaran dan kemampuan untuk mendidik dan membesarkan anak-anak dengan benar, sabar dan sesuai petunjuk-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.
Hari kesembilan latihan mengendalikan emosi, dipenuhi dengan banyak godaan dari tingkah polah dan ucapan anak-anak, terutama si sulung dan si tengah. Dimulai sejak selepas sahur, si tengah menangis keras disertai teriakan karena ia tak bisa tidur di tempatnya biasa tidur. Rupanya si sulung tanpa sengaja tidur di tempat si tengah. Penyebab sepele itu membuat si tengah meradang dan akhirnya menangis. Pagi itu, saya tak terusik sedikit pun, bukan karena saya tak terganggu, tetapi lebih karena hati saya tengah merasa lapang dan damai selepas bangun malam dan berdoa di malam 21 ramadhan. Saya mendiamkan si tengah yang terus menangis sambil meracau, dengan menyibukkan diri membaca Al-Quran. Bukan membiarkan, tepatnya saya menunggu dia selesai dengan luapan perasaanya, baru saya akan ajak bicara. Ternyata, saya malah tertidur, begitu pun dengan si tengah yang tertidur di ruang tv. Setelah bangun, sepertinya ia membaik dan sudah lupa kejadian sebelumnya.
Hari bergulir, diwarnai dengan ragam tingkah anak-anak. Banyak sekali sampai saya tak ingin menuliskannya. Hanya saja, ada satu hal yang menarik. Alhamdulillah, hari ini meskipun banyak hal yang berpotensi membuat saya marah, saya tak mudah terpancing, tidak mudah marah atau terbawa emosi. Kalau mengira-ngira penyebabnya, saya curiga bisa jadi karena malamnya saya sibukkan diri dengan solat malam, doa dan mengaji, sehingga sangat berpengaruh pada kestabilan dan ketenangan hati esoknya. Subhanaallah, saya sebenarnya pernah membaca tentang ini, bahwa jika seorang ibu banyak mengomel, mudah terbawa emosi dan marah, penyebabnya bukan kurang piknik, tapi karena kurangnya kedekatan kita dengan Allah SWT. Masyaallah!
Semoga setelah ini saya lebih konsisten mendekatkan diri saya pada Allah agar Allah selalu menjaga ucapan dan tindakan saya dalam mendidik dan membesarkan anak-anak. Semoga Allah senantiasa menguatkan saya dalam mengasuh buah hati menjadi anak-anak solih solihah, aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.
#level1
#day9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Alhamdulillah sampailah di hari kedelapan latihan pengendalian emosi. Hari ini cukup berat buat saya karena si sulung dan si tengah sering berantem oleh banyak sebab. Awalnya saya berusaha datar dan tenang menangani mereka, tetapi saya mulai terpancing ketika si tengah teriak. Teriakannya sungguh memekakkan telinga dan terdengar sampai keluar rumah, membuat saya malu pada tetangga.
Hari ini bisa dikatakan awalnya saya berhasil, tetapi gagal menjelang akhir hari. Ah, sungguh jikalau mengendalikan emosi itu mudah, tentu saya tak perlu mengambil kelas ini. Sepertinya saya perlu membicarakan tentang teriakan ini dengan si tengah karena seringnya saya terpancing jika mendengar teriakan. Lebih dari itu, saya perlu membicarakan tentang rules yang disepakati agar kehidupan berjalan tertib.
Baiklah, insyaallah akan saya bicarakan hal ini dengan anak-anak. Meskipun gagal, saya bersyukur telah menemukan hikmah lain yaitu perlunya saya bicara (lagi) dengan anak-anak perihal rules rumah.
#level1
#day8
#tantangan10hari
#komunkasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Game 1 Day 7
Hari ini adalah latihan ketujuh saya dalam mengendalikan emosi ketika berkomunikasi dengan anak. Harus saya akui, latihan pengendalian emosi bisa jadi akan menjadi latihan sepanjang hidup, hari ini berhasil mungkin esok tidak. Kemarin, saya beberapa kali merasa berhasil dan sempat berpikir untuk berganti poin latihan, ternyata hari ini saya merasa gagal lagi.
Pasalnya, si sulung dan si tengah berantem memperebutkan handphone saya untuk main game. Si tengah merasa si kakak sudah terlalu sering bermain HP saya tanpa gangguan (si tengah memang tidak terlalu suka bermain HP), sehingga ia merasa lebih berhak, sementara si kakak merasa ia lebih berhak karena awalnya handphone tersebut miliknya (sebelumnya ayahnya memberikan handphone tersebut untuknya).
Saya berusaha tidak terpancing dengan nada tetap datar pada saat menangani keduanya. Si tengah menangis dengan teriakan yang sangat mengganggu, sementara si sulung tetap tak bergeming, tetap merasa berhak atas HP itu. Agak lama saya bertahan dalam nada datar untuk memberi solusi pertengkaran mereka, sampai akhirnya ketika saya merasa teriakannya telah melewati batas, begitu pun dengan kesabaran saya. Saya memberi si tengah peringatan, jika ia tidak berhenti berteriak, saya akan menyiramkan air padanya. Dan jika si sulung tetap pada pendiriannya, dia dipersilakan keluar rumah.
Pada akhirnya, ia tetap berteriak sambil menangis, terpaksa saya menyiram air ke badannya. Kemudian, setelah emosi saya mereda, saya duduk di antara mereka dan mulai menjelaskan duduk perkara dan menengahi perselisihan mereka. Saya menawarkan solusi bergantian dengan batas waktu, akhirnya mereka sepakat untuk berbagi dengan batas waktu yang ditentukan bersama.
Alhamdulillah akhirnya masalah berhasil diselesaikan, meskipun saya gagal di tengah proses penyelesaiannya.saya benar-benar merasa makin banyak hal yang harus saya pelajari dan saya benahi. Ampuni saya ya Allah, bimbing saya menjadi ibu yang lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin.
#level1
#day7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Game 1 day 6
Alhamdulillah, hari keenam latihan pengendalian emosi saya berlangsung lancar, tidak ada hambatan berarti. Dari latihan ini, saya dapat mendeteksi kebutuhan latihan saya berikutnya. Saya harus mulai membuat komunikasi saya berhasil merubah perilaku anak menjadi yang saya inginkan. Dengan kata lain, komunikasi harus efektif. Ini menjadi peer saya berikutnya.
#level1
#day6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Game1 #day5
Setelah melewati beberapa hari latihan, Alhamdulillah saya mulai terbiasa mengerem emosi ketika berkomunikasi dengan anak, sampai-sampai saya merasa mungkin sudah waktunya untuk berpindah ke poin latihan lain. Nyatanya, hari ini saya kalah, karena emosi saya menjadi kurang terkendali ketika menghadapi si sulung yang masih saja menunda solat sampai akhirnya lewat waktu solat. Saya geram, nada suara meninggi, bicara tanpa jeda, dan memukul kaki si sulung dengan sapu lidi. Tidak keras, karena tujuan saya hanya mengikuti perintah nabi agar memukul anak usia sepuluh tahun ke atas yang tidak solat. Namun, saya merasa gagal karena emosi saya tidak terkontrol, akibatnya saya hanya mengomel tapi tanpa hasil. Saya merasa malu pada diri sendiri, ternyata saya masih perlu terus melatih kesabaran saya agar emosi yang terkendali menjadi kebiasaan.
#level1
#day5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Game 1 #day4
Di hari keempat ini, relatif tidak terlalu banyak kendala dalam pengendalian emosi, hanya saja ada dua kejadian dimana saya agak terpancing. Kejadian pertama adalah si sulung yang "lambat" ketika disuruh solat, kemudian setelah solat pun tidak berzikir dan berdoa. Saya menunggu lama untuk jamaah solat isya dengannya, dan saat ia terus menunda, di situlah saya agak kesal hingga meletakkan handphone yang sedang saya pegang dengan kasar.
Setelah hari keempat ini, saya merasa mulai terbiasa berkomunikasi dengan anak-anak dengan lebih tenang dan terkendali. Insyaallah saya siap memperbaiki poin lain dalam komunikasi terhadap anak. Sambil terus menjaga konsistensi yang sudah dicapai.
#level1
#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip