Report Game Level 3 Day 3
Di hari ketiga, setelah hari sebelumnya menyiapkan bahan-bahan, saya mulai menerapkan gaya hidup sehat bersama keluarga. Di antaranya: makan sayur dan sumber protein yang lebih banyak dan beragam, cukup buah dan air putih. Saya melengkapi menu dengan teh hijau dan air jahe. Alhamdulillah, terasa nikmat dan sehat.
Untuk poster dan petikan quote yang saya rencanakan sebelumnya, belum saya buat karena di waktu luang saya diminta si tengah untuk menyampuli buku-bukunya yang lumayan banyak. Kegiatan tersebut menyita waktu sehingga rencana membuat poster gagal. Saya juga ada deadline tulisan sehingga waktu luang saya gunakan untuk menyelesaikan tugas.
Besok insyaallah saya baru akan mulai membuat poster tentang hidup sehat saya sekeluarga.
Alhamdulillah, sejauh ini project berjalan lancar dan menyenangkan. Semoga tetap bisa konsisten, aamiin.
#day3
#tantangan10hari
#level3
#myfamiliymyteam
*Report Game Level 3 Bunsay IIP*
Di hari kedua ini saya melakukan persiapan untuk pelaksanaan project. Beberapa pedoman hidup sehat yang pernah saya tahu ingin coba saya terapkan dengan disiplin pada keluarga saya.
Saya meminta anak kedua saya untuk mencari resep dan info seputar gaya hidup sehat di internet. Tujuannya agar pada tahap pelaksanaan nanti saya punya banyak referensi menu untuk menunjang pola makan yang sehat. Kemudian, saya kembali sounding dengan suami tentang project saya, Alhamdulillah dia mendukung. Saya membeli beberapa bahan, tidak banyak, hanya selembar karton berwarna untuk saya buat poster atau reminder yang akan saya tempel di sudut-sudut rumah. Isinya tentang quote atau instruksi kecil tentang hidup sehat, misalkan: sudahkah minum 2 liter air hari ini? Atau: sudahkan makan buah semangkuk hari ini? :)
Selain karton, saya juga menyiapkan tiga macam buah untuk dikonsumsi hari ini ditambah teh hijau sebagai pengganti teh hitam yang biasanya saya minum. Secara bertahap saya akan mengurangi konsumsi gula dan makanan karbohidrat.
Bismillah, semoga lancar dan konsisten apa yang saya rencanakan pada project Ini, aamiin.
#day2
#level3
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
Report Game Level 3 Bunsay IIP
Setelah beberapa lamanya merenungkan rencana family project apakah yang akan saya buat bersama keluarga kecil saya, akhirnya saya memutuskan untuk memilih project gaya hidup sehat. Sebenarnya banyak yang lebih prioritas, namun karena kendala komunikasi dan seringnya suami dinas keluar kota, jadi saya memilih yang paling mungkin untuk dilakukan meskipun berjauhan. Insyaallah project berikutnya akan dilakukan setelah projects ini selesai.
Untuk awalan, saya memulai dengan sounding ke anak kedua saya dan suami bahwa saya akan mengajak mereka untuk membuat project. Pertama kali yang saya pahamkan adalah anak kedua saya yang berusia 11 tahun. Saya minta pendapatnya kalau misalkan mulai besok kita berdua mengubah kebiasaan makan yang tadinya kurang buah dan sayur menjadi lebih banyak buah dan sayur. Alhamdulillah karena dia pernah bilang ingin menjadi vegetarian (entah ide dari mana) dia menyambut dengan gembira ajakan saya.
Kalau soal ayahnya, dia mah pasti dukung karena justru yang rewel soal kesehatan adalah dirinya. Tahap berikutnya adalah membuat planning mau dibuat seperti apa projectnya nanti, dan butuh bahan apa saja untuk menyukseskannya.
Bismillah, insyaallah...
#day1
#tantangan10hari
#level3
#kuliahbunsayiip
Mengatasi Writer's block ala saya
Pernah baca di sebuah buku, bahwa disebut penulis itu kalau seseorang sudah berhasil menerbitkan minimal tiga buku. Pendapat itu milik seorang penulis tekenal tapi sayangnya saya lupa namanya. Pernah lagi baca di grup bahwa seorang penulis itu kerjaannya ya, menulis. Perkerjaan utamanya menulis, bukan menulis kalau sempat saja. Oleh karena itu saya belumlah masuk kategori penulis sehingga saya tidak termasuk yang kena jebakan Writer's block. Sebab, konon writer's block adalah penyakitnya para penulis.
Tapi ngga apa-apa lah, saya tulis aja siapa tau nanti ketularan jadi penulis ( berpura-pura seperti penulis nanti jadi penulis beneran ).
Kalau terkena writer's block seperti yang sedang saya alami sekarang, cara agar bisa keluar dari situasi tersebut adalah dengan menutup laptop, minum kopi campur kremer atau beli sebatang es krim yang dinikmati sendiri( maklum kalau emak-emak makan es krim kalah rebutan sama anak), setelah itu biasanya mood akan membaik dan ketika buka laptop lagi, ada ide lagi yang bisa ditulis. Kalau mentok juga, ya saya gerakkan aja jari nulis ngga jelas. Tulis aja dulu sampai tiba-tiba ada aja momen dimana tulisan akan menemukan ceritanya. Demikian trik dari saya yang amatir, ga usah ditiru, soalnya ngawur hehe.
#tugas kelas fiksi ke-5
Mabruroh
Pagar
(By Mabruroh)
Mata kecil itu memandang penuh ingin tahu ke sebuah noktah di kejauhan. Titik hitam yang selalu membuatnya ingin menoleh dan memandang lama-lama. Dengan matanya, dari jerami empuk di kamarnya, Bella berusaha menembus rahasia yang tersembunyi di balik titik hitam itu.
Sayangnya, Bella terlalu penakut untuk mencari tahu. Mama mengulang cerita tentang kengerian di balik titik hitam itu sejak ia sudah bisa mengingat. Katanya, jangan pernah menuju ke sana, larang Mama menciutkan nyali Bella.
Meskipun begitu, Bella sangat ingin ke sana.
Siang itu sangat terik, Bella bosan di tempat tidur sementara mama tengah pergi mencari makanan. Ia ingin bermain, tetapi tak ada kawan di sekitar tempat Bella tinggal. Mama bilang ini tempat yang paling aman dan nyaman untuk mereka meskipun tidak banyak kawan di sekitarnya.
Seekor kupu-kupu di halaman rumah menarik perhatian Bella. Sayap tipis dengan warna hitam kuning dan jingga membuat Bella tersenyum. Sungguh cantik, Bella gemas ingin menangkap dan mengajaknya bermain. Tetapi, kupu-kupu itu terbang kian kemari, bahkan sampai ke luar pagar rumah.
Sayap hitam dengan bintik kuning yang tersebar itu seperti menyihir Bella. Bella bangkit dari jerami tempat tidurnya, lalu bergegas keluar rumah. Ia berlari kecil dan tanpa sadar telah berada di luar pagar rumah. Kupu itu terbang merendah di antar bebungaan. Bella mendekat dengan mata berbinar. Tetapi, sayang, kupu-kupu melayang lagi ke udara.
Bella mengerjapkan mata dengan semangat. Ia berlari kecil mengikuti arah kupu-kupu. Ke kanan, ke kiri, ke kuncup bunga satu ke yang lainnya. Sambil berlari kecil, Bella menikmati sekeliling. Ternyata, dunia di luar pagar begitu indah. Ada beraneka macam bunga yang baru dilihat Bella. Juga bebatuan berlumut dengan berbagai bentuk. Pohon menjulang yang rimbun dengan akar bertonjolan yang sangat besar. Belukar berkumpul membentuk kerumunan yang aneh. Juga rupa-rupa binatang yang asing, belum pernah dilihatnya. Bella takjub melihat siput berjalan lambat, juga keheranan melihat ulat memakan daun dengan rakus.
Bella menikmati semua yang terhidang di matanya. Hijau, tenang, teduh dan sunyi. Bella melihat noktah itu, ia masih ada di sana, hitam pekat. Bedanya, kini ia terasa semakin dekat.
Bella mundur beberapa langkah demi melihat lubang gelap itu. Ia sungguh takut, tetapi sangat penasaran. Ia ragu antara melangkah terus atau lari menuju rumah. Saat itu, Bella baru menyadari bahwa ia telah begitu jauh dari pagar rumahnya.
Bella menoleh ke kanan ke kiri. Ia tak melihat lagi kupu-kupu yang dikejarnya. Dedaunan hutan begitu rapat memayungi sehingga sulit melihat matahari. Bella merasa rasa takut mulai menyerang. Mungkin sebaiknya ia segera berbalik dan berlari kencang.
Belum sempat ia berbalik, terdengar suara langkah mendekat. Berisik dedaunan kering yang terinjak menandakan sesuatu tengah menuju ke arahnya. Bella gemetar. Kakinya bergoyang sendiri menahan takut.
"Kresek!"
"Grrh!"
Jantung Bella serasa berhenti berdetak. Siapakah itu? Ia memasang telinga baik-baik, menajamkan pandangan ke sekeliling. Entah mengapa ia merasa seperti diawasi.
"Grrrhh!" napas menderu yang berat itu terdengar makin jelas.
Bella terkesiap. Suara apa itu? Terdengar sangat menakutkan. Bulunya sampai berdiri saking takutnya.
"Rroooaaaar!"
Bella terpaku di tempatnya. Ia sungguh ingin lari tetapi kakinya seolah menancap ke bumi. Tak lama kemudian, Bella merasa kakinya basah. Oh! Ternyata ia terkencing!
Sesosok makhluk berbulu loreng dengan mata besar yang tajam, kumis panjang dan kuku tajam di keempat kakinya. Bella tak pernah melihat mahluk menyeramkan itu.
Bella teringat mama. Sungguh benar yang dikatakan mama, jangan pernah kesana karena ternyata dari noktah hitam itulah makhluk itu berasal.
Bella memohon dalam hati semoga makhluk itu tak berbuat jahat padanya. Meski Bella tak yakin sebab sedetik kemudian harimau itu melompat menerkam tubuh mungil Bella.
#
Catatan penulis fabel di atas (saya maksudnya)
Pertama kali menulis, saya termotivasi oleh sebuah karangan pendek di majalah anak berupa fabel. Entah apa judul dan siapa penulisnya saya sudah lupa. Bahkan gaya menulisnya pun saya tak ingat lagi. Yang pasti, itulah tulisan yang mendorong saya untuk menulis cerita sendiri.
Saya rasa, saya telah menemukan gaya sendiri yang saya tak tahu pasti mirip dengan gaya siapa. Yang jelas apa yang saya ingin tulis, ya ditulis saja. Bisa jadi kurang mengenal banyak tulisan tokoh penulis membawa berkah tersendiri, dimana saya akhirnya tidak terpengaruh oleh tulisan siapapun #tsaah, oii takabur oii! Entahlah, itu berkah atau malah bencana. Calon penulis kok ga kenal penulis senior. Kualat!